“Kasih sayang-Ku kepada penduduk Yerusalem sangat besar dan berkobar-kobar, dan Aku sangat murka terhadap musuh-musuh yang sudah menyakiti kalian.
Aku segera kembali untuk tinggal bersama kalian di rumah-Ku. Pada waktu itu, Yerusalem akan disebut Kota Umat yang Setia, dan Sion, tempat tinggal TUHAN Panglima Semesta, akan disebut Bukit yang Kudus.
Yerusalem akan kembali menjadi tempat yang aman dan menyenangkan. Taman-taman kota kembali ramai oleh keceriaan anak-anak yang bermain, bahkan orang-orang yang berjalan dengan tongkat dapat menikmati masa tuanya.
“Hal itu terasa mustahil bagi kalian yang selamat dari bangsa ini, tetapi bagi-Ku, TUHAN Panglima Semesta, tidak ada yang mustahil.
dan membawa mereka kembali ke Yerusalem. Mereka akan menjadi umat-Ku, dan Aku yang maha adil dan setia akan menjadi Allah mereka.
“Aku, TUHAN Panglima Semesta, berkata: Kumpulkanlah semua kekuatanmu untuk menyelesaikan pembangunan rumah-Ku ini! Agar kalian tetap bersemangat, ingatlah semua pesan yang kalian dengar sejak dua tahun lalu ketika fondasi rumah-Ku diletakkan kembali.
Ingatlah kesusahan yang pernah kalian alami sebelum rumah-Ku mulai dibangun kembali. Kalian tidak mampu membayar tenaga manusia ataupun hewan untuk mengerjakan kebun sehingga tidak ada penghasilan. Waktu itu, kalian tidak merasa aman satu sama lain sehingga tidak tenang untuk melakukan apa pun, karena Aku membuat kalian saling bermusuhan.
Aku akan memberkati negeri ini dengan kedamaian. Langit akan mencurahkan hujan sehingga tanah memberikan hasilnya dan pohon anggur mengeluarkan buahnya. Aku akan memberikan semua berkat ini kepada umat-Ku yang tinggal sedikit, yaitu yang selamat dan telah kembali dari pembuangan.
Memang dahulu bangsa-bangsa sekelilingmu mengejek kalian sebagai bangsa yang terkutuk. Tetapi sekarang, Aku akan menyelamatkan kalian dan membuat kalian menjadi berkat bagi mereka. Oleh sebab itu, teruslah membangun dengan tekad kuat dan jangan takut!
“Aku, TUHAN Panglima Semesta, berkata: Karena nenek moyang kalian membuat-Ku murka, Aku memutuskan untuk menghukum umat-Ku, dan Aku tidak mengubah keputusan-Ku itu.
Tetapi sekarang, Aku sudah memutuskan untuk memberkati kalian, penduduk Yerusalem dan tanah Yehuda. Jadi, janganlah takut!
“Aku menegaskan hal-hal ini: Setiap orang harus hidup jujur dengan sesama. Para pemimpin dan hakim, berikanlah keputusan yang adil agar tercipta kedamaian di tengah rakyat.
Janganlah merencanakan hal-hal yang jahat terhadap sesamamu, dan jangan memakai nama-Ku untuk menutupi kebohonganmu, karena Aku sangat membenci semua perbuatan itu.”
“Hai orang-orang Yehuda, jangan lagi terikat dengan puasa yang kalian lakukan pada bulan-bulan tertentu selama masa pembuangan. Tetapi hiduplah dengan benar dan damai dengan sesama. Ubahlah puasamu itu menjadi perayaan yang riang gembira.
“Aku, TUHAN Panglima Semesta, berkata: Akan tiba waktunya banyak orang dari berbagai kota dan negeri datang ke Yerusalem.
Penduduk dari kota yang satu akan pergi mengajak penduduk kota yang lain, ‘Mari kita ke Yerusalem untuk menyembah TUHAN dan memohon berkat-Nya. Aku juga akan pergi ke sana.’