Lalu malaikat wakil TUHAN itu kembali dan menyadarkan saya. Pada waktu itu saya merasa seperti baru bangun dari tidur.
Malaikat itu bertanya, “Apa yang kamu lihat?” Jawab saya, “Saya melihat sebuah tiang pelita dari emas. Ada sebuah mangkuk berisi minyak di bagian atasnya. Di pinggiran mangkuk itu ada tujuh pelita. Setiap pelita memiliki tujuh sudut dengan satu sumbu pada setiap sudut.
Lalu dia berkata kepada saya, “Yang kamu lihat itu melambangkan pesan TUHAN untuk kamu sampaikan kepada gubernur Zerubabel. Katakanlah begini: Engkau tidak mungkin berhasil mengatasi hambatan besar yang ada di hadapanmu dengan kekuatan dana, manusia, ataupun dengan kekuasaanmu sebagai gubernur, melainkan dengan kuasa Roh-Ku.
Hambatan sebesar gunung pun tidak akan sanggup menghalangi engkau. Dalam pembangunan rumah-Ku yang sedang dimulai, engkau akan menempatkan batu terakhir. Saat menyaksikannya, orang-orang akan bersorak, ‘Sungguh mempesona! Puji Allah karena kebaikan-Nya!’”
“Zerubabel sudah meletakkan fondasi rumah TUHAN ini, dan dia juga akan menyelesaikannya. Ketika hal itu terjadi, semua orang Israel akan menyadari bahwa memang Akulah yang mengutusmu sebagai nabi.
Jadi, janganlah orang menganggap remeh hal-hal kecil dalam pembangunan rumah TUHAN, sebab Aku senang melihat pekerjaan ini berlangsung di bawah pimpinan Zerubabel.” Dan malaikat itu berkata lagi, “Ketujuh pelita ini melambangkan mata TUHAN yang mengawasi seluruh bumi.”
Dan apa arti dua cabang pohon zaitun yang mengalirkan minyak berwarna emas melalui dua pipa emas itu?”