Anakku, janganlah engkau berjanji kepada orang lain, “Saya akan menjamin utangmu. Bila kamu tidak bisa membayar, saya akan membayarnya.”
dan terikat tanggung jawab kepadanya. Bila itu terjadi, yang harus engkau lakukan adalah, segera lepaskan dirimu darinya! Pergilah kepadanya, rendahkan dirimu, dan mintalah dia menghapuskan perjanjian itu.
Bebaskanlah dirimu seperti rusa lari kabur dari pemburunya, seperti burung meloloskan diri dari perangkapnya.
Hai orang malas, semut-semut pun lebih baik daripadamu! Perhatikanlah cara hidup mereka dan belajarlah menjadi bijak!
“Ah, aku masih mengantuk. Aku mau tidur sebentar lagi. Biarkan aku melipat tangan dan berbaring sebentar saja,” begitulah katamu.
Maka seperti perampok yang datang tak terduga, demikianlah kamu mendadak miskin. Kekurangan tiba-tiba menyerangmu seperti seorang penjahat.
Mereka mengedipkan mata atau membuat isyarat kecil dengan tangan atau kaki supaya rekannya membantu dalam penipuan.
Hati pembohong tak henti memikirkan tipu daya dan rencana licik. Di mana-mana mereka menimbulkan pertengkaran.
Karena itu, dengan tiba-tiba bencana akan menimpa mereka. Dalam sekejap mereka akan remuk tanpa dapat dipulihkan.
Mata yang memandang rendah orang lain, mulut yang berbohong, tangan yang membunuh orang tak bersalah,
orang yang memberi saksi dusta, dan orang yang suka mengadu domba sehingga menimbulkan pertengkaran saudara.
Simpanlah semuanya baik-baik di dalam hatimu. Biarlah ajaran orangtuamu seperti tali pengingat yang selalu dikalungkan pada lehermu.
Bila engkau terus mengingatnya, ajaran itu akan memandu langkah hidupmu. Engkau akan terlindung di saat lelap, dan dibimbingnya saat terjaga.
Bila engkau tidur dengan pelacur, engkau bisa membayar hanya seharga roti, tetapi bila engkau berzina dengan istri orang, harganya dibayar nyawa.
Bila seseorang mencuri karena lapar, orang lain masih bisa maklum sebab mereka pikir, “Kasihan, dia mencuri karena tak sanggup membeli makan.”
Meski demikian, bila pencuri itu tertangkap, dia tetap akan dihukum dan harus membayar tujuh kali lipat dari yang diambilnya. Dia wajib membayar sekalipun harus menjual seluruh hartanya.
Jauh lebih celaka orang yang berzina! Siapa berzina sungguh tak berotak. Dia menghancurkan dirinya sendiri.
Orang seperti itu pasti dipukul dan dihina. Dia tidak akan dihormati lagi, karena aibnya tak terlupakan.
Rasa cemburu seorang suami membuat hatinya dibakar amarah. Saat membalas dendam, dia tak akan berbelas kasihan.