“Perintahkanlah hal ini kepada orang Israel: Ketika memasuki negeri Kanaan yang menjadi tanah warisan kalian, inilah batas-batasnya:
Batas selatan negerimu mulai dari ujung selatan Laut Mati di sebelah timur, terus ke perbatasan antara padang belantara Zin dengan wilayah Edom.
Kemudian berbelok ke sebelah selatan Jalur Pendakian Kalajengking, terus ke padang belantara Zin, dan berakhir di sebelah selatan kota Kades Barnea. Dari sana, batas itu berlanjut ke Hazar Adar dan terus ke kota Azmon.
Dari Azmon, batas itu berbelok ke lembah dengan anak sungai yang berbatasan dengan Mesir dan berakhir di Laut Tengah.
Dari sana batas itu terus ke jalan yang menuju kota Hamat, hingga sampai di Zedad, kota yang paling utara.
Dari Sefam, batas itu turun ke Ribla di sebelah timur Ain, sampai ke tebing danau Galilea di sebelah timur.
Selanjutnya batas itu turun ke sebelah selatan sepanjang sungai Yordan dan berakhir di Laut Mati. Itulah batas-batas sekeliling negeri kalian.”
Lalu Musa berkata kepada bangsa Israel, “Itulah tanah yang akan kalian terima sebagai warisan kalian melalui undian. Tanah itu akan dibagikan kepada sembilan setengah suku Israel, sesuai perintah TUHAN.
Keluarga-keluarga dari suku Ruben, Gad, dan setengah suku Manasye sudah mendapatkan tanah warisan mereka
“Orang-orang yang akan membagi-bagi tanah warisan negeri itu adalah Imam Eleazar dan Yosua anak Nun.
dan inilah nama-namanya: SukuNamaYehudaKaleb anak YefuneSimeonSamuel anak AmihudBenyaminElidad anak KislonDanBuki anak YogliManasyeHaniel anak EfodEfraimKemuel anak SiftanZebulonElisafan anak ParnahIsakarPaltiel anak AzanAsyerAhihud anak SelomiNaftaliPedael anak Amihud.”