Perhatikanlah, hai bangsa-bangsa! Inilah pesan untuk seluruh dunia, untuk semua manusia di bumi. Dengarkanlah!
TUHAN murka kepada segala bangsa beserta segenap rakyatnya. Karena itu Dia telah menetapkan agar semuanya dihancurkan dan orang-orangnya dihabisi.
Mayat-mayat mereka akan dibiarkan bergelimpangan sehingga bau busuknya menguar di mana-mana. Pertumpahan darah akan begitu banyak sehingga gunung-gunung pun seakan terendam oleh darah.
Bentangan langit akan lenyap seperti kitab digulung. Semua benda angkasa mengering dan berjatuhan seperti daun-daun gugur.
Karena penghakiman TUHAN bagaikan pedang yang menghabisi segala yang ada di langit. Setelah selesai penghakiman-Nya atas langit, TUHAN akan menghakimi Edom, bangsa yang telah Dia tetapkan untuk dimusnahkan.
Seluruh penduduk Edom dibantai oleh pedang hukuman TUHAN, baik manusia maupun kambing domba hingga pedang TUHAN itu seolah berlumuran darah dan lemak. Begitu banyak yang mati tersembelih di kota Bosra, seakan TUHAN sedang mengadakan hari raya kurban. Pembantaian besar terjadi di seluruh negeri Edom.
Bahkan para penguasa Edom, yang bagaikan banteng liar yang ganas pun, akan ikut terbunuh bersama orang biasa yang lemah. Seluruh negeri penuh dengan darah, sampai tanahnya tertutup tumpahan lemak.
Sungai-sungai di Edom berubah menjadi aliran aspal panas dan tanahnya menjadi belerang. Seluruh negeri menjadi padang aspal yang terbakar.
Siang dan malam apinya tidak akan padam. Asapnya mengepul sampai selamanya. Dari zaman ke zaman negeri itu menjadi reruntuhan dan tidak pernah ada lagi manusia yang melintasinya.
Tetapi burung hantu, gagak, dan landak akan tinggal di sana. Tempat itu hanya akan menjadi sarang binatang liar. Seperti orang menentukan batas-batas tanah, demikianlah TUHAN seakan menarik garis sekeliling negeri Edom untuk menentukan agar seluruh daerah itu menjadi tidak berbentuk dan kosong, seperti belum pernah dihuni manusia.
Istana-istana dan benteng-bentengnya penuh tertutup lumut dan putri malu, menjadi sarang bagi anjing hutan dan burung hantu.
Di sana serigala dan segala hewan liar berkumpul. Kambing-kambing hutan bersahut-sahutan. Bahkan binatang-binatang malam tinggal dengan tenang karena tidak ada lagi manusia.
Edom menjadi tempat burung hantu bersarang dan bertelur serta membesarkan anak-anaknya, bahkan elang berdatangan ke situ untuk kawin.
Cari dan bacalah di dalam kitab TUHAN. Di situ tertulis, “Semua jenis hewan itu akan ada dan lengkap di padang belantara Edom. Tiada satu pun yang tidak ada. Masing-masing berpasang-pasangan.” Hal itu terjadi sebab TUHAN sudah mengatakannya, dan kuasa-Nya sendiri yang menjalankannya.